Usaha yang jualannya diutangi
Warung Kelontong & Sembako
Boleh ngebon adalah alasan warga memilih warung Anda. Yang membuatnya aman adalah catatan yang tahu persis siapa berutang berapa sejak kapan.
Sehari di usaha ini
- Beras ditimbang 2,5 kg — jumlahnya ditulis desimal apa adanya.
- Bu Ani ngebon; penjualannya tercatat atas namanya beserta sisanya.
- Sore hari, Daftar Tagih memperlihatkan siapa yang sudah lewat tempo.
- Yang menunggak paling lama ditagih lebih dulu — urutan menagih yang paling menghasilkan.
- Ada yang membayar sebagian; sisanya terhitung sendiri.
Yang jadi lebih mudah
Setiap bon tersimpan atas nama orangnya
Lengkap dengan tanggal, jumlah, dan sisa yang masih berjalan.
Jawaban siap saat ditanya "saya sudah bayar berapa?"
Riwayat pembayaran per pelanggan terbuka saat itu juga, dan pembeli bisa memindai QR pada notanya untuk melihat sendiri.
Barang timbangan tercatat persis
Jumlah boleh desimal sampai tiga angka — 0,25 kg pun masuk apa adanya.
Yang dipakai
- Jumlah desimal untuk barang timbangan
- Piutang per pelanggan, beserta sisanya
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Tiap dokumen ber-QR, pembeli bisa cek sendiri online
- Stok per produk beserta kartu mutasinya
- Struk 58mm untuk printer saku
- Rekap Harian untuk tutup kas
Paket yang cocok
Pro
Katalog warung kelontong biasanya melewati batas paket gratis dengan cepat. Paket ini melepas batas katalog sekaligus membuka riwayat pembayaran tanpa batas.
Paling menolong ketika sebagian penjualan diutangi: siapa berutang berapa, sejak kapan, dan siapa yang sebaiknya ditagih lebih dulu.